portal berita hiburan
Berita Terbaru Life Style

Penganut Teori Bumi Datar Berencana Lakukan Perjalanan ke ‘Tepi Dunia’

Teori tentang bumi bulat sudah banyak dipaparkan para ilmuan, akan tetapi hal ini tidak mengubah persepsi para penganut teori bumi datar. Para penganut teori ini punya rencana untuk membuktikan teori mereka dengan cara berjalan menuju ke tepi dunia.

Seperti dilaporkan oleh The Next Web, seorang penganut teori ini yang bernama Desmond Walsh mencari banyak relawan untuk bergabung dalam proyeknya. Sebuah projek bernama Edge merupakan misi perjalanan menuju Antartika.

Kelompok tersebut juga berencana, nantinya perjalanan panjang yang akan mereka lakukan dapat disiarkan secara live melalui streaming.

Berdasarkan laporan dari The Free Thought Project, Walsh nantinya juga akan membawa para ilmuan untuk turun bersama dalam projek tersebut.

Sebelumnya, Walsh memposting rencananya tersebut di laman facebooknya, lalu entah apa sebabnya, ia menghapus postingan tersebut sekaligus menutup akun facebooknya.

Mengapa Merencanakan Perjalanan ke Antartika?

Jay Decasby salah seorang penganut teori Bumi Datar menyebutkan, rencana perjalanan ke Antartika tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengakhiri perdebatan tentang bentuk bumi yang sebenarnya.

Kami ingin mengakhiri perdebatan tentang teori ini, dan jawabannya akan kami buktikan setelah kami sampai di Antartika,” ujar Decasby kepada wartawan.

Setelah sampai di Antartika, nantinya kelompok ini akan merencanakan pelayaran dan setelah menemukan jarak tepi luar maka perdebatan akan bisa diakhiri.

Kami akan menuju ke lepas pantai Antartika, lalu berlayar di sepanjang jalan sekitarnya. Kami akan menemukan jarak yang dapat membuktikan tepi luar bumi berbentuk rata. Dan setelah itu, kami akan membantah setiap argumen yang menyudutkan teori kami,” tambah Decasby.

 

Tantangan Misi Ke Antartika

Berbekal keyakinan untuk membuktikan teori saja tidak cukup. Hambatan terbesar rencana misi ini adalah kondisi alam Antartika yang sangat tidak bersahabat. Kondisi alam di benua es tersebut menjadi momok mengerikan bagi penganut teori ini.

Sleain itu, penganut teori Bumi Datar atau yang kita kenal sebagai The Flat Earth Society juga menyebutkan bahwa bagian di tepian antartika ada tembok es yang secara ukuran cukup besar. Ketinggiannya mencapai 150 kaki dengan ketebalan beberapa ratus meter.

Sebuah kondisi alam yang benar-benar mempertaruhkan nyawa untuk melaluinya.

Menurut penganut teori bumi datar, keberadaan tembok es raksasa ini sendiri untuk menghalangi pelayaran manusia agar tidak menyentuh batas tepi bumi yang berbentuk jurang.

Penjelajahan yang beberapa kali sudah dilakukan ilmuan di benua ini dibantah langsung oleh penganut teori bumi datar.

Selain kondisi alam, adanya perjanjian Antartika yang ditandatangani pada tahun 1961 juga menjadi hambatan tersebut para penganut teori bumi datar. Perjanjian ini menolak kedaulatan Antartika sebagai tempat penyelidikan ilmiah.

Perjanjian ini telah membatasi kelompok bumi datar untuk melakukan proses penyelidikan ilmiah yang mereka yakini.

Sementara banyak pihak meragukan apakah aksi yang dilakukan kelompok ini termasuk aksi ilmiah atau tidak. Masih menjadi perdebatan para ilmuan dunia.

Aksi Lain Penganut Teori Bumi Datar

Rencana menjelajah Antartika ini sebenarnya bukanlah langkah pertama yang dilakukan para penganut teori bumi datar. Sebelumnya, Mike Hughes pernah meluncurkan sebuah roket yang ia rancang sendiri untuk membuktikan teori tersebut.

Roket tersebut mampu terbang pada ketinggian 571 meter. Tetapi ketinggian ini ternyata masih kalah jauh dibandingkan ketinggian pesawat komersial yang mampu terbang hingga 35 ribu kaki.

Tidak dijelaskan oleh Hughes tentang apa yang ia lihat dari dalam roket tersebut. Hingga kini terus dilakukan upaya-upaya serupa untuk membuktikan teori bumi itu datar.

Bagaimana menurut Anda? Teori manakah yang menurut Anda paling logis dan masuk akal? Apapun itu, yang pasti alam ini adalah kekuasaan Tuhan. Ada banyak rahasia yang Tuhan tunjukkan di alam semesta ini.