Portal Berita Hiburan
Berita Terbaru

Riwayat Pemilu, Wajah Buram Orba Hingga Titik Balik Reformasi

Kurang dari 24 jam ke depan, seluruh masyarakat Indonesia akan melangsungkan pesta demokrasi serentak yang dikenal dengan Pemilu. Sepanjang 5 tahun sekali, Pemilihan Umum diadakan sebagai bentuk demokrasi untuk memilih wakil rakyat. Pada Pemilu 2019 yang akan berlangsung Rabu (17/04/19) besok, pastinya semua rakyat diharapkan ikut berpartisipasi dalam memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.

Berbicara tentang Pemilu yang dilangsungkan setiap 5 tahun sekali, ternyata Indonesia sudah melakukan 12 kali Pemilu, terhitung besok. Pada masa setelah kemerdekaan yakni tahun 1945, Pemilu berlangsung dengan karakteristik masing-masing.

Riwayat Pemilu, Orba Hingga Titik Balik Reformasi

Berbeda dengan masa Orde Baru yang dianggap stagnan tanpa kejutan demokrasi. Berikut adalah kilas balik Pemilu sejak tahun 1955 silam hingga era reformasi yang kemudian melahirkan demokrasi di ranah yang sebenarnya!

1. Pemilu Tahun 1955

Pemilu 1955 merupakan Pemilihan Umum pertama yang digelar pada 29 September, berlangsung sebagai proses demokrasi memilih calon anggota DPR. Terdapat 29 parpol yang memperebutkan 260 kursi saat itu. 4 parta politik mendapatkan suara terbesar diantaranya PNI, Masyumi, Partai NU, dan PKI.

 

2. Pemilu Tahun 1971

Pemilu selanjutnya digelar bangsa Indonesia pada tanggal 5 Juli 1971, yang diikuti oleh 9 parpol dan 1 ormas, yaitu Golongan Karya. Pemilu berlangsung sebagai proses memilih anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota dengan jumlah kursi 360. 4 partai yang turut serta mendapatkan perolehan suara terbesar seperti NU, PNI, Parmusi, dan Golkar sebagai pemenang saat itu.

 

3 .Pemilu Era Orde Baru (1977-1997)

Pada pemilu yang digelar di masa Orba ini dimulai pada tahun 1977 silam. Saat itu proses Pemilu dilangsungkan untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Hanya ada 3 partai peserta Pemilu saat itu yaitu PDI, Golkar, dan PPP. Disinyalir bahwa minimnya keikutsertaan parpol saat Pemilu ini disebabkan adanya rezim Orba yang ingin menyederhanakan jumlah parpol.

Pemilu yang berlangsung di masa Orba selanjutnya terjadi pada tahun 1982, 1987, 1992, dan 1997. Pada pemilu masa itu ternyata kecenderungan sama ditemukan berupa hasil suara terbanyak yang selalu dipegang partai Golongan Karya. Akibatnya, nama Soeharto selalu menjadi Presiden yang terpilih melalui MPR, kecenderungan pun terus terjadi hingga Pemilu tahun 1997.

4. Pemilu 1999

Krisis dan berbagai kerusuhan yang terjadi tahun 1998 kemudian melengserkan nama Soeharto sebagai Presiden RI. Presiden yang berkuasa selama hampir setengah abad tersebut akhirnya mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan setahun usai pemilu tahun 1997.

Demonstrasi besar-besaran yang menuntutnya mundur pun menjadi saksi awal perjalanan demokrasi di negara ini. Hingga akhirnya karir sebagai Presiden dilanjutkan oleh Baharuddin Jusuf Habibie yang kemudian menggelar Pemilu 1999.

 

Pada pemilu 1999, harapan rakyat akan proses pemilihan umum yang jujur dan adil pun sedikit terlaksana setelah pemilu diikuti sekitar 48 partai politik. Kemenangan suara terbanyak kemudian diperoleh oleh parta PDI, Golkar, PPP, PKB, PAN, PBB, dan beberapa partai lainnya.

 

5. Pemilu 2004 Dengan Tampilan Baru

Peradaban baru dalam pemilihan umum berlangsung di tahun 2004 yang menjadi tonggak perubahan sistem pemilu Indonesia. Kini, masyarakat pun tidak hanya menentukan anggota legislatif saja, tetapi juga langsung memilih Presiden dan Wakilnya secara bersamaan.

Sejumlah 24 parpol mengikuti pemilu tahun 2004 yang mencantumkan Golkar sebagai peraih suara terbesar saat itu. Di Pemilu ini ada peserta baru yakni partai Demokrat yang langsung meraih suara tinggi, sehingga menjadikan proses pemilihan presiden berlangsung dua kali. Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pun mengungguli pemilihan presiden saat itu dari nama calon dari PDI-P, Megawati- Hasyim Muzadi.

6. Pemilu 2009

Pada pemilu yang digelar era SBY ini, tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Pemilu sebelumnya. Kemenangan Partai Demokrat atas beberapa partai lain seperti PDIP, Golkar, PPP, PAN, PKS, dan beberapa partai lain.

Pasangan presiden dan wakil presiden RI jatuh kepada SBY-Budiono saat itu mengungguli Megawati-Prabowo serta Jusuf Kalla-Wiranto.

7. Pemilu 2014

Tahun 2014, Indonesia kembali menggelar pemilu yang berlangsung pada 9 April. Dalam pemilu kali ini, PDIP berhasil meraih suara terbesar mengungguli partai Golkar, Demokrat, dan Gerindra. Dua pasangan calon presiden yakni Joko Widodo- Jusuf Kalla dan Prabowo- Hatta Radjasa ikut bertarung memperebutkan kursi saat itu. Nama Joko Widodo pun dipilih rakyat berdampingan dengan Jusuf Kalla untuk memimpin Indonesia hingga tahun 2019.

8. Pemilu 2019

Rabu, 17 April 2019 esok adalah saat penting bagi negara Indonesia dalam mengawal proses pemilihan umum yang berlangsung serentak. Ada 5 surat suara yang harus dicoblos sebagai langkah memilih Presiden-Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPRD Provinsi,  DPR Kabupaten/ Kota, serta anggota DPD.

Sekitar 16 partai politik yang mengikuti pemilu tahun 2019 ini, dan diharapkan sistem pemilu terbuka bisa berlangsung jujur serta adil untuk masa depan bangsa 5 tahun kedepan.

Itulah beberapa fakta terkait proses berlangsungnya Pemilu pertama RI di tahun 1955 hingga pemilu yang akan berlangsung tahun 2019 ini. Pastikan menggunakan hak suara dan memilih sesuai hati nurani demi kepemimpinan Indonesia di masa mendatang.